Selasa, 07 Juni 2016

Yayasan HIPAKAD dan DPC HIPAKAD Berikan Santunan Terhadap ibu-ibu dan Anak yatim Kurang Mampu





MEDAN TOWN
Yayasan HIPAKAD dan Dewan Pengurus Cabang (DPC HIPAKAD) Kota Medan memberikan santunan bagi putra putri TNI-AD yang tidak mampu dan membutuhkan.

Santunan kepada anak kurang mampu yang berikan itu dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1437 H di di Komplek CPM dan EX YON 124, Jalan Cemara, Kecamatan Medan Timur, baru-baru ini.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang HIPAKAD Kota Medan, Effendy Sitohang, mengatakan bakti sosial yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian serta kesadaran masih banyak dari keluarga besar anak-anak TNI-AD yang tidak mampu dan membutuhkan.

"Kegiatan sosial dengan menyantuni anak kurang mampu itu tidak terhenti hanya di asrama CPM dan EX YON 124. Kami akan terus membantu sesama manusia yang sangat membutuhkan," katanya saat memberikan kata sambutan.

"Nantinya setelah kegiatan santunan terhadap anak kurang mampu Yayasan HIKAPAD dan DPC HIKAPAD Kota Medan, akan menggelar rapat kerja  mengagendakan kegiatan menyantuni anak kurang mampu sebagai program kerja tetap," ujar Effendy.

Ketua Yayasan HIPAKAD, Joko Yamanto, berharap pemberian bantuan tersebut dapat meringankan kaum ibu kurang mampu dalam menunaikan ibadah puas

"berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap dan terus mendukung demi kesinambungan kegiatan bakti sosial ini," harapnya.

Sementara itu Dewan Pengawas Yayasan HIPAKAD Medan, H Firdaus Nasution, menyatakan ke depannya banyak program yang akan dilaksanakan Yayasan serta HIPAKAD Medan. Salah satunya membangun sekolah gratis bagi anak-anak yang tidak mampu.

"Rencana kami membangun sekolah gratis ini tidak lain karna mahalnya pendidikan. Untuk itu kami mohon do’anya agar harapan kami membangun sekolah gratis bisa terwujud,” pungkasnya.

Dalam kegiatan pemberian santunan tersebut dihadiri, Ketua DPW HIPAKAD Sumut, H Ardjoni Munir, MM, Mpd, Dandim 0201/BS Kolonel inf Maulana Ridwan, Ketua Yayasan HIPAKAD Kota Medan, Joko Yomanto, fungsionaris Yayasan HIPAKAD Kota Medan, Ilham Akbar Nasution, SH,  Ir Johari Wijaya, Johanes H, SH, Leo Mulijono, ST, Tjong deddy SH, MKn, Eddy Delu, Dodo  Taniawan. (MTH)


Minggu, 05 Juni 2016

PSK Kota Samarinda Transmigrasi ke Kabupaten Berau Kalimantan Timur

Kota Bebas Dari Prostitusi


MEDAN TOWN
Sangat patut di contoh pejabat Pemerintah Kota Samarinda. Untuk menghapus prostitusi dikota tersebut para pekerja Seks Komersial (PSK) yang tersebar diKota Samarinda akan di pindahkan ke Kabupaten Berau Kalimantan Timur dan menjadi transmigran.

"Dengan menjadi transmigran lokal di Berau, para wanita yang selama ini menjadi PSK di Kota Samarinda bisa menata hidup lebih baik lagi," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar,

Menurut Marwan, institusinya sudah menyediakan lahan untuk 6.079 Kepala Keluarga (KK), untuk mengikuti program transmigrasi tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dari target tahun 2015 lalu yakni 4.336 KK.

"Tahun ini kami targetkan penataan persebaran penduduk transmigrasi sebanyak 6.079 KK. Tahun lalu, kita sudah berhasil menempatkan 3.568 KK dari target 4.336 KK," ujarnya.

Dia menuturkan, para transmigran itu nantinya akan mendapatkan beberapa fasilitas, seperti rumah, dan sarana air bersih. Tidak hanya itu, mereka juga akan mendapatkan lahan siap garap, serta jaminan hidup beras dan non beras yang diberikan selama 12 bulan untuk daerah lahan kering, dan 18 bulan untuk daerah lahan basah.

"Karena itu, dari pada hidup bergelantungan dan mencari uang dengan cara tidak baik, para PSK tersebut sebaiknya ikut program transmigrasi. Nanti kami siapkan lahan dan jaminan hidup di Berau. Itu akan lebih baik karena mereka akan mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki hidup dan masa depan," tutur menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Sekedar diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berencana menutup semua tempat lokalisasi yang selama ini menjadi tempat menyambung hidup para PSK yang tersebar di sejumlah daerah di Kaltim. Salah satunya adalah beberapa tempat lokalisasi yang berada di Kota Samarinda.

Meski proses pemulangan para PSK tersebut difasilitasi oleh Pemkot Samarinda, namun ada sejumlah PSK yang enggan pulang kampung. Karena itu, Pemkot Samarinda tengah mempelajari tawaran Kabupaten Berau untuk menjadikan para PSK, khususnya mereka yang tidak dipulangkan, menjadi transmigran lokal di daerah tersebut..

Pemprov Kaltim telah menyiapkan lahan dan fasilitas untuk sekitar 40 ribu orang yang ingin mengikuti program transmigrasi di wilayah tersebut. Para Transmigran itu nantinya akan mendapatkan dua sampai tiga hetar tanah yang dapat dikembangkan untuk sektor pertanian, seperti pengembangan perkebunan kelapa sawit yang akan dikembangkan di sepanjang jalan perbatasan. Mereka juga akan dilibatkan melalui 20 persen program plasma pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit tersebut.

Pemerhati Sosial Irpan Rumapea mengatakan ide pemerintah Kota Samarinda patut di acungkan jempol pasalnya selain merubah kota nya bebas dari prostitusi para pekerja seksnya pun di sejahterahkan dengan merubah pekerjaan mereka dan serta memfasilitasi para pekerja seks komersial untuk merubah hidupnya dan ini patut di contoh oleh Kota Kota lainnya,jika ingin merubah Kota bebas dari prostitusi harus juga memikirkan kesejahteraan para PSK yang notabenenya jika sudah merubah pekerjaannya para PSK tersebut tidak akan kembali lagi menjadi seorang PSK.(MTH)


Ngaku Bisa Masukan Jadi Satpol PP, Tengku Hanafi Oknum Satpol PP Tipu Calon Korban Hingga Puluhan Juta Rupiah





MEDAN TOWN
Polisi kembali meringkus seorang petugas Satpol PP bernama, Tengku Hanafi dari kediamannya, di Jalan Benteng Hilir, Gang Seroja, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Jum'at (3/6) pagi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di kepolisian, Minggu (5/6) menyebutkan, ditangkapnya Tengku Hanafi, lantaran kepiawananya dalam urusan menipu dengan membuat calon korbannya percaya, kau ia bisa meloloskan masuk bekerja sebagai Satpol PP di Medan.

Dengan modal, berdinas di Satpol PP Medan, ia pun mengaku kepada korbannya untuk menyetor sejumlah uang agar bisa lolos dengan jalur tol, tanpa harus mengikuti prosedur ujian.

Salah seorang petugas polsek Percut Sei Tuan, saat dikonfirmasi terkait ditangkapnya sang oknum Satpol PP, membemarkannya. "Iya, ada. Pelakunya bernama, Tengku Hanafi, sekarang sudah di dalam penjara dia. Ada korbannya yang mengaku ditipu akan dimasukkan menjadi anggota Satpol PP dan sudah membayar  50 juta rupiah," aku salah seorng Polisi, yang menangani kasus tersangka.

Bahkan, dari informasi, korbannya bukan hanya satu, melainkan beberpa orang. Hal itu diketahui, saat para tetangga tersangka mengatakan, bahwa banyak orang yang datang mencari keberadaan sang pemilik rumah yang selalu kosong.

Namun, lama kelamaan, aksi tipu-tipu yang dilakukannya, ketahuan. Salah seorang korban yang belum diketahui identitasnya, melaporkan Tengku Hanafi ke Polsek Percut Sei Tun. Dirumahnya, polisi lalu menjemput tersangka dan hingga kini masih mendekam di penjara Polsek Percut Seituan.

"Iya bang, ini memang rumah Hanafi. Dia bekerja sebagai Satpol PP. Rumahnya selalu sepi. Kami kurang kenal kali sama mereka, soalnya dia baru pindah kesini. Terkadang kalau pun kelihatan, dia (Hanafi) keliar dari itu belakang. Soalnya banyak yang datang mencarinya. Kami gak tau ada masalah apa. Kalau mau jumpai, coba abang pergi ke Kampung Mencil, gak jauh dati sini ada rumah orang tuanya," terang beberapa orang tetangga rumah tersangka, ketika disambangi kru koran ini. (MTH)


Gawat!!! Kaca Spion Mobil Fortuner Kanit Reskrim Percut Dicuri Maling Di Parkirkan Jalan Aksara

Mobil Fortuner warna hitam yang terparkirkan di halaman Polsek Percut Sei Tuan milik Kanit Reskrim


MEDAN TOWN
Terbukti kawasan hukum Polsek Percut Sei Tuan banyak pelaku pencurian yang sangat meresahkan masyarakat. Bukan hanya masyarakat, perwira polisi pun tak luput dari keganasan maling.

Seperti yang menimpa Hendrik Temaluru. Perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi selaku Kanit Reskrim di Polsek Percut Sei Tuan  itu, bisa jadi korban maling. Pasalnya, kaca mobil Fortuner BK 70 OS bagian sebelah kiri miliknya, hilang saat diparkir di depan Aksara, Jalan Aksara, Medan Tembung, pada Jum'at (3/6) malam.

Kehilangan kaca spion mobil Fortuner milik Hendrik yang merupakan Kanit Reskrim di Polsek Percut Sei Tuan ini pun dibenarkan oleh supir pribadinya. Sang supir bahkan sempat menyarankan bosnya untuk mencari pelaku dan barangnya ke Jalan Bintang.

Namun, Hendrik Temaluru milih ikhlas, hingga tak berbuat untuk mencari tahu siapa yng nekat mencuri kaca spion milik salah seorang sang penguasa di kepolisian Polsek Percut itu.

"Tadi malam hilangnya. Saya pun terkejut pas tadi membawa mobil itu, rupanya kaca spion sebelah kiri di mobil Fortuner itu sudah gak ada. Saya sarankan sama bos saya itu supaya mencarinya ke Jalan Bintang, tapi dia bilang 'Gak usahlah'. Saya juga heran, berani kok berani kali pencurinya," akunya.

Dikatakannya lagi, peristiwa hilangnya kaca spion mobil Fortuner tersebut, terjadi malam hari, ketika Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Hendrik Temaluru, tengah berada di kawasan depan Aksara, Medan. "Malam itu saya gak ikut. Si bos pergi entah sama siapa dan entah dalam keperluan apa," katanya.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Percit Sei Tuan, AKP Hendrik Temaluru, yang kali ini menjadi korban pencurian, menolak saat akan dikonfirmasi oleh wartawan.


Alamak ....Indehoi di Cafe Tewas Terkejut Saat Di Grebek

Ilustrasi mayat

MEDAN TOWN
Naas berinisial SN (48) warga jalan Sei Kera Gang Rezeki no 28 Kecamatan Medan Perjuangan yang harus meregang nyawa saat penggerbekan oleh petugas gabungan Satpol PP,Kepolisian dan TNI disebuah cafe remang remang. Di jalan Ileng Kelurahan Rengas Kecamatan Medan Marelan

Informasi yang diterima dari warga di sekitar lokasi Minggu (05/06) menyebutkan, rupaya pengunjung pria sudah berumur kepala empat tersebut telah memiliki riwayat sakit jantung, sehingga shock (kaget) adanya aksi pengrebekan petugas pada malam Minggu (04/06).

Kontan saja pengunjung yang saat itu sedang endehoi dengan ceweknya berinisial SPM (36) tersebut terjatuh saat hendak kabur dari kepungan petugas.

Petugas yang mendapatkan kejadian tersebut langsung membawa korban ke rumah sakit RSU.Ameta Sejahtera Simpang Kantor Medan Labuhan namun apa boleh buat jiwa pengunjung cafe tersebut telat untuk ditolong. (MTH)


Sabtu, 04 Juni 2016

Petinju Legendaris Muhammad Ali Meninggal Dunia

Moment terakhir antara Mike Tyson dan Muhammad Ali


MEDAN TOWN
Dunia kehilangan seorang Petinju Legendaris yang menjadi sosok panutan para generasi Petinju muda. Muhammad Ali telah meninggal Dunia pada usia 74 tahun (4/6)

Muhammad Ali Lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay, seorang Petinju dunia pada era 60'an yang menjadi sorotan ketika meraih medali emas di tinju krlas berat dalam olimpiade 1960

Legenda tinju dunia Muhammad Ali meninggal dalam usia 74 tahun, seperti disampaikan oleh juru bicara keluarga.
Mantan juara dunia kelas berat ini - yang merupakan salah satu olahragawan yang terbaik di dunia - meninggal di sebuah RS di Kota Phoenix negara bagian Arizona, setelah dirawat sejak Kamis lalu.

Ali menderita gangguan pernapasan, sebuah kondisi komplikasi yang disebabkan oleh penyakit Parkinson yang dideritanya.

lanjut pernyataan yang disampaikan keluarga, pemakaman akan dilakukan di kampung halaman Ali di Louisville, Kentucky.

Muhammad Ali dirawat di rumah sakit untuk masalah pernapasan
Muhammad Ali kritik Donald Trump
Kesehatan Muhammad Ali 'menurun tajam'

Muhammad Ali yang memiliki nama kecil "Yang Terhebat", petinju Amerika ini mengalahkan Sonny Liston pada 1964 meraih gelar dunia pertamanya dan menjadi petinju pertama yang memegang tiga gelar juara dunia kelas berat di tiga kesempatan yang berbeda.

Ali meraih gelar "Olahragawan abad ini" yang diberikan oleh Sports Illustrated dan "Sports Personality of the Century" oleh BBC.

Dia pensiun pada 1981, dan sepanjang karirnya meraih 56 kali kemenangan dalam 61 pertandingan. (MTH)


Dinsosnaker Medan Amankan 25 Pasang Mesum dan 2 Waria


MEDAN TOWN
Menjelang bulan suci Ramadhan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Medan, bersama Satpol-PP Kota Medan, TNI, Polri, menggelar razia penyakit masyarakat (pekat), Sabtu (4/6).

Alhasil, dalam razia yang dilakukan petugas gabungan berhasil mengamankan sedikitnya 25 pasangan mesum bukan suami isteri dan dua waria.

Pantauan Medan Town di lapangan, dalam razia penyakit masyarakat itu para petugas menyisir sejumlah hotel-hotel kelas melati yang kerap dijadikan sebagai tempat prostitusi.

Di mana saat melakukan penggeledahan di Hotel Alam Indah, Jalan Djamin Ginting, petugas berhasil mendadapatkan beberapa pasang bukan suami istri (mesum) yang tengah tertidur lelap.

Berhasil mendapatkan beberapa pasangan mesum kemudian petugas kembali menyisir kawasan Jalan Sailendra. Dari situ, Satpol-PP berhasil mengamankan pasangan muda-mudi yang tengah memadu kasih tanpa adanya ikatan suami istri.

Setelah menyisir sejumlah hotel kelas melati yang dijadikan sarang prostitusi, lalu petugas kembali melakukan razia terhadap para pekerja seks komersial (psk) yang sering menjajakan dirinya di seputaran Jalan Gatot Subroto, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Nibung. Kali ini sebanyak 10 PSK yang kerap mangkal di seputaran lokasi tersebut berhasil diamankan petugas.

Uniknya, saat petugas mengamankan para PSK tersebut sempat terjadi aksi saling kejar guna menghindari penangkapan. Namun aksi saling kejar yang dilakukan petugas dengan PSK tersebut tidak berlangsung lama, sebab petugas yang sudah mengetahui gerak-gerak para PSK berhasil ditangkap.

"Aku bukan PSK, jangan main tangkap aja aku, bang tolong aku. Aku di sini hanya duduk saja. Aku pun suami," teriak salah seorang PSK yang menolak diamankan petugas gabungan.

Hampir empat jam melakukan razia dengan berkeliling beberapa wilayah Kota Medan akhirnya beberapa pasang mesum yang diamankan dibawa petugas ke Kantor Dinsosnaker Kota Medan, Jalan Wahid Hasyim, Kecamatan Medan Baru, untuk dilakukan pendataan.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan, Armansyah, mengatakan razia yang dilakukan sebagai bentuk memberantas kegiatan prostitusi menjelang bulan Ramadhan.

"Razia yang dilakukan sebanyak 27 pasang mesum berhasi diamankan dari berbagai hotel," katanya saat mendata para PSK dan pasangan mesum.

Diungkapkan Armansyah, puluhan pasang mesum dan PSK yang diamankan nantinya akan diberikan pengarahan agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Untuk yang memiliki keluarga akan kita serah kembali. Namun bagi yang tidak mempunyai keluarga diserahkan ke panti sosial di kawasan Brastagi, untuk diberikan pembinaan," pungkasnya.(MTH)